The Fear

Di penghujung tahun 2017 ini, jika mau diceritakan, maka lembaran microsof Word tidak akan cukup untuk menceritakan betapa banyak kisah yang dilalui mulai dari hal indah dan beberapa duka. setelan dewasa ini, saya belajar bahwa konsekuensi waktu adalah tuntutan dan kegelisahan tentang waktu juga berkembang dan bahkan lebih kompleks dari tahun ketahun.

Diusia usia sekolah dasar masalah yang ada adalah bagaimana untuk naik kelas, bagaimana untuk lulus SD. Begitupula di usia SMP tuntutan kita hanya untuk memenuhi tuntutan tuntutan dari tahun-tahun sebelumnya. Demikian halnya dengan SMA.

Di usia kuliah ini, sedikit punya tuntutan yang berbeda. Tuntutan itu jauh menjadi lebih kompleks dan rumit karena selama ini tuntutan-tuntutan yang ada pada kita sebatas untuk diri kita saja. Dengan demikian kompleksitas dalam otak tidak terlalu rumit. Semakin kemari semakin saya berpikir.

Setelah Ayah meninggal di tahun 2017 ini, semua kompleksitas semakin kompleks ke arah yang lebih kompleks. Mungkin kamu susah untuk mengartikan bahasa ini dan itu membuktikan kompleksitas dari apa yang ada di otak saya. Setelah tukang kayu meninggal tepat di hari dia meninggal, saya menangis sayang bukan hanya sedih kehilangan dia tapi teringat tiga orang adik saya yang masih kuliah dan sekolah, teringat wajah Ibu saya.

Sekarang kamu tahu kenapa judul tulisan ini ini saya sebut "the fear". Sekarang tuntutan lebih meluas ke arah Ternyata hidup bukan hanya tentang berpikir masalah kita sendiri tetapi jauh lebih ke arah orang lain di sekitar kita yang kita tidak mau senyumnya hilang gara-gara kelalaian kita berusaha.

Semakin hari rasa takut itu selalu melanda menghantui tidur di setiap malamku. Tentang bagaimana orang-orang itu menyelesaikan pendidikan, membuat mereka untuk selalu dekat dengan Allah dan selalu percaya tentang doa. Siapa lagi yang akan mendidik mereka kalau bukan saya dan kakak saya telah telah kehilangan sosok ayah. Di mana dia adalah Google tempat kita bertanya secara langsung. Bertanya tentang masalah agama, bertanya tentang hal-hal yang terjadi di sekolah, bertanya tentang semuanya dan dia selalu punya jawaban yang tepat. Siapa yang akan menggantikan beliau.

Di tahun ini nanti 2018 diriku akan menjadi orang yang lebih berani lagi, menjadi orang yang tidak takut terhadap kompleksitas dunia. Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambaNya lebih dari kapasitas yang dia punya. Allah mau saya naik level, Allah mau saya naik kelas, Allah mau saya jadi lebih besar dari hari ini.

Sepertinya rasa takut ini adalah dosa. Maafkan aku ya Allah. Karena takut untuk tidak makan di hari esok adalah mengucilkan Allah sementara tugas dia untuk memberikan rezeki kepada kita. Kita saja yang yang tidak mau mengambil rezeki yang disebarkan oleh Allah di seluruh seluruh yang disebarkan oleh Allah di seluruh seluruh penjuru bumi.

Maafkan aku atas takut ini ya Allah.
At menteg Square Apartment 31 Desember 2017.

Komentar

  1. Hehe.. Semangat Mas.... Segalanya akan baik baik saja....ketakutan itu manusiawi... 💪

    BalasHapus
  2. Semangat, Im! Jalan masih panjang, jangan dijadikan ketakutan, tapi tantangan. #sokIyeDehGue

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chord guitar Lagu Suasana Rumah Raim Laode

Setelah CEMBURU, Raim Laode Cerita Lagu Kedua SUASANA RUMAH Rilis 21 Maret 2019

Lirik LAGU SUASANA RUMAH BY RAIM LAODE