Sunday, July 23, 2017

Putri bunga dan Gadis Perpus. Cerpen Oleh Raim Laode #1


Nama saya rian, saya seorang bloger 22 tahun harapan bangsa tinggal didaerah menteng jakarta pusat. Di blog saya Rianlaode.com saya biasa menulis tentang banyak hal, tentang review hotel, traveling, opini, dan lain-lain sama seperti ribuan blogger di Nusantara ini.

Tapi,
Akhir-akhir ini saya baru saja membuat kolom blog tentang cerita sedih malam jumat. Kolom ini biasa bercerita tentang kisah sedih saya, curhatan saya, cerita miris saya dikecewakan oleh wanita. Entah kenapa beberapa wanita terakhir yang masuk dalam hidup saya sering membuat luka.

Itulah alasan kenapa, buat saya sekarang ini cukup sulit untuk membuka hati kepada cinta yang dini. Sebenarnyasih itu hanya alasan saja, mungkin jika kamu lihat wajah saya akan menjawab masalah ini. hehe

Sungguh sulit menjalani hari-hari dengan kesedihan, terlepas dari fakta bahwa tulisan itu rajin saya posting sebab kisahnya sungguh banyak. terlebih  abdul teman kamar saya sulit untuk diajak curhat dia malah memilih untuk setia kepada layar komputer dan berkomunikasi dengan orang lain melalui game online faforit dia itu.

*******

Suatu pagi dihari kamis, diperpustakaan nasional, dengan tujuan untuk mencari bahan tulisan blog yang dedline sebentar lagi tentang transportasi jakarta. Kaki mulai melangkah masuk

Kebiasaan ini adalah rutinitas kita seorang blogger untuk sering berkunjung keperpustakaan. Masuk, cek-in menjadi daftar tamu seperti hari biasanya berteman dengan sunyi perpustaan dan kumpulan buku yang tersusun rapih.

Beberapa saat setelah tumpukan itu saya baca satu-persatu, dia tiba-tiba muncul dari pintu kayu itu, seorang gadis berponi dan rambut dipita warna merah jambu. Sial, tidak bisa saya pungkiri jalannya seperti gerakan lambat, sehingga rambut dia tertiup angin Ac, syeet, dari jauh rambut dia berkibar seperti bendera merah putih 17 agustus 45.

Oh my good, tidak tahu apa yang saya harus lakukan, hanya terdian dianra tumpukan buku dan menyaksikan indah senyum dia, cek in tamu, duduk dan memilih buku yang akan dia baca.

Wanita ini sungghu seperti malaikat atau wanita cantik yang ada di Filem FTV sctv, pokonya saya kalau lihat dia ingin rasanya tabrakan, supaya bukunya jatuh, kita ambil sama-sama lalu kita terbuai dengan cinta. Tapi tidak bisa saya lakukan, karna yang dia pegang bukan buku, tapi Mac book  air 12 juta. Tidak mungkin saya tabrak, mahal ganti rugi sulit.

Jadi yang saya lakukan hanya itu. Mengagumi dari sisi gelapku. Melihat dia bertutur sapa dengan yang lain, membantu orang disamping dia yang kesusahan mencari buku. Sunggu wanita ftv yang sempurnah.

Ada niat untuk bertegur sapa, tapi apa daya, diri ini malu dan seperti saya bilang tadi agak sulit untuk membuka hati kepada orang baru sementara pintu hati sedang diperbaiki dari luka yang lalu. Asek..

Jadi yang saya lakukan adalah, tidak berbuat apa-apa, hanya saya dapat informasi nama dia Klaudia, seorang mahasiswa trisakti semester 3 jurusan sastra, sedang mencari tugas kampus. Kenapa bisa saya tahu? Dari sulap. Hahah bukan, saya tahu lihat dari daftar tamu perpus hari itu.

******
malam telah tiba.

Tidak seperti malam jumat sebelumnya, sepertinya tulisan diblog ini akan menjadi tulisan yang sedikit gembira. Tidak seperti cerita malam jumat sedih lainnya.

Meski sahabat saya abdul, masih sibuk PDKT dengan teman game online itu, tidak ada waktu untuk curhat kedia, jadi saya memilih untuk bercerita kepada laptop saya. Bercerita tentang cara dia berjalan menuju ruangan, pita merah jambu dia, dan juga mata yang sedik blongo namun cantik nan bersahaja. Ciee

Posting, kuberi judul “Wanita perpus berpita mera jambu”
Post.

****
pagi telah tiba.

Ada sedikitnya 7 email masuk, memeberi komentar atau tanggapan atas postingan semalam, ada yang sedikit mengkritik tentang cara penulisan, ada yang salut, ada yang kepo, macam-macam rupa komentar dipagi ini.

Ada yang menarik dari semua komentar, seseorang bernama akun “Purti Bunga” ikut berkomentar dia bilang “kenapa tidak kenalan kak?”. Tidak tahu harus berbuat apa, sepertinya postigan semalam ikut memberi andil bahwa blog saya semakin naik retingnya.

Karna kepo dengan Putri Bunga itu, saya lihat dan ikut masuk dalam blog dia, lumayan tulisan dia, hanya yang menjadi masalah adalah foto avatar dia bukan merupakan foto dari wajah dia, melainkan hanya setangkai bunga merah jambu. Kujawab komentarnya “iya, makasih sudah komen, sepertinya saya terlalu malu dengan keadaan”.

1 menit kemudian putri bungan menjawab “haha, berani dong kak, jangan malu”

****
Seminggu berlalu
~ kamis pagi, minggu ini.

Dengan penuh semangat, pagi ini kuawali dengan sangat gembira. Dan melakukan rutinitas yang wajib berkunjung ke perpustakaan dihari kamis. Hari ini akan menjadi hari yang spesial, karna sepertinya saya akan memberanikan diri untuk berkenalan dengan orang yang namanya saya suda kenal. hehe

Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggok gigi, abis mandi kutolong, tolong diriku sendiri, soalnya ibu ada dikampung. Hehe.

Pake baju, tas, laptop dan lain-lain siap berangkat ke perpustakaan.

“woee, mau kemana lo, rapi amat, uda mau ke kondangan” kata Abdul, sembari pegang mouse didepan komputer andalan dia itu.

“biasa mau kepertpus, mau cari bahan, sekaligus mau cari cinta yang baru” jawabku

“ahhh, ngomong apaan loe, ini gua lagi tanyaini dodot lawan main game online gua”

lalu saya hanya terpaku, hmmm.. sulit amat ya hidup dengan dia.

*****
at perpustakaan.

Pagi ini kulangkahkan kaki masuk keperpustakaan, cek in seperti biasa dan sengaja duduk dikumpulan buku sastra.

Tehinik ini sengaja saya lakukan untuk mendapatkan enggel atau sudut pandang pengaguman dengan Wiew yang bagus dihari yang indah ini.

Telah saya sediakan laptop, dan beberapa catatan untuk mengintai apa yang dia lakukan, hingga bisa jadi bahan untuk tulisan malam jumat sedih berganti jadi malam jumat bahagiya.

Tapi sembari waktu berjalan. Dia, wanita berpita merah jambu itu tidak kunjung datang. Perpus mulai sepi, jam tiga sore tidak ada dia yang datang.

Sepertinya malam ini akan menjadi cerita malam jumat sedih lagi.

****
karna tidak ada cara lain untuk ungkapkan rasa dan cerita yang ada, kamu tahu sendiri bicara dengan abdul mendingan curhat sama tembok, tembok walaupun datar pasti jadi pendengar yang baik.

Jadi saya memutuskan untuk kembali ke Laptop dan mulai merangkai kata demi kata dalam tulisan blog untuk mendeskripsikan rasa sedih ini, setidaknya saya belum kenal, sudah merasakan dua hal yang sangat kuat dalam diri saya, ada sayang dan sedih ketika dia tidak diperpus itu.

Post dengan judulu “malam jumat sedih kembali lagi guys”

******
karna certa sedih itu tidak telalu berkesan ke pembaca blog Rianlaode.com pagi ini hanya ada satu emai yang muncul, dam merespon blog malam jumat sedih saya. Dan seperti biasa Putri bunga selalu menanggapi.

“kak, kenapa sedih, kan kakak belum kenalan, belum ada konta batin, segitu mudahnya sih” replay Putri bunga

“iya saya tahu, tapi namanya hati kalau bicara dia punya mulut sendiri yang tidak akan bisa bohong” Replay saya

“kenapa bisa secepat itu” replay Purti bunga

“ya namanya rasa tidak akan pernah bohong, dari cara dia berjalan, menyapa sesama, senyum kepada lingkungan, saya tahu dia adalah perempuan baik, dan saya punya harapan baru” replay saya lagi

“hhmm”

“makasih banyak ya Putri bunga”

“sama-sama kak, tapi kaka masih akan tetap ke perpus kamis nanti kan?”

“ya Iyalah, inikan rutinitas saya, lumayan dapat, wifi gratis”

untuk mengisi kekosongan, saya dan putri bunga saling bertukar nomor whatsap, setidaknya dimasa hati yang kritis ini Putri bunga bisa menggantikan sedikit demi sedikit bagian hati yang sunyi dan retak. ciee

****
kamis, minggu depan lagi.

Saya duduk, tepat seperti biasa ditumpukan buku andalan saya, sejarah dan peradaban, kata demi kata terangkai untuk tulisan baru dengan dedline yang harus selesai.

Suasanya masih sama monoton seperti hari-hari sebelumnya.

Sunyi, dan hanya terdengar beberapa ketikan laptop mahasiswa lain yang punya tujuan yang sama, menambah referensi tentang bahan ditempat ini.

Tidak terduga, wanita itu muncul lagi, sama seperti dua minggu lalu. Dengan gerakan gaya lambat, seolah dunia hanya tertuju padanya, musik mulai terputar didalam kepalaku mengiringi jalannya dia kedalam ruangan.

Senyum yang tak terlupakan, mengiringi perjalanan dia menuju kursi yang sering dia tempati.

Waktu berjalan. Sembari dia membaca hetset juga bersarang ditelinga dia. Selama sejam berlalu saya hanya fokus mengagumi. Belum ada pergerakan dari saya untuk bertanya dan bersapa sekedar basa basi.

Hmmm.. ini adalah momen yang aneh. Dan membimbangkan untuk saya, sebab Putri bunga juga menyarankan untuk cobalah bertanya dan kenalan, saling berbagi nomor whatsap. Jadi ada cara untuk mengagumi dia tidak harus di perpus.

Dengan sangat rasa malu didada ini saya beranikan diri untuk mencoba melangkahkan kaki langkah demi langkah kesamping bangku dia.

Hhhhmmmm.
Nafas kuhembuskan,..
dada semakin bergetar,..
hampir semenit belum ada sapaan saya.
Sampe saya berani,..

“hay, boleh kenalan, kamu Klaudia kan?” sapa saya kepadanya. Langsung menyebut namanya supaya ada unsur serpraisnya, tahu dari mana nama saya. hehe

sementara membaca, dia berhenti, dam melepaskan sebelah hetset dari telinga kiri dia. Tatap saya dengan mata blongonya itu.

“boleh, iya nama saya Klaudia, kamu Rian kan?” balas dia “pasti kamu mau kesini minta nomor wa kan”

hmmm,.. saya semakin bingun, tujuan saya mau buat kaget dia, malah sebaliknya, sudah cantik, pintar baca pikiran lagi.

“iya, kok kamu tahu” jawab saya dengan bingun

“haha, sayakan peramal” kata klaudia

saya terdiam,…

“Rian mau catatan wa saya nggak?” kata dia lagi

“iya boleh”

lalu dia membacakan kontak dia, saya masih terbodoh-bodoh dengan gadis ini. hhmm..

“yasudah, mas Rian silahkan telpon saya, biar saya simpan juga nomornya” ujar klaudia

“iya” lalu saya telpon dan kamu tahu tidak nomor itu sudah ada dihape saya, sudah tersimpa di hape saya, nama kontaknya “Putri bunga”

“kaka Rian, perasaan mata saya tidak seblongo tulisan kamu”


-->
the end

No comments:

Post a Comment

Masih Hangat Utk Dibaca

MENIKMATI MACET JAKATA #OpiniLaode

Jakarta. Semua orang tahu bahwa Jakarta adalah Ibukota negara republik Indonesia yang kita cintai ini. sebagai ibu kota tentulah Jakarta pas...