Monday, July 3, 2017

40 Hari La Poko meninggal. La Bapa Mewariskan Harta Yang Lebih dari Satu Milyar #CatatanHarianLaode

Tukang Kayu
Slamat, pagi siang sore malam, kapanpun dan dimanapun kalian berada saat membaca tulisan ini. tidak dibaca juga tidak apa-apa. maaf jika saya banyak membuang waktu luang kalian saat membaca tulisan saya. moga bermanfaat :)

Hari ini tepat 40 hari (3 mey 2017) bapak wafat, dimana itu berarti secara resmi saya suda 40 hari sebagai anak yatim. itulah khusus hari ini saya akan bahas tentang ayah, kalau saya dan anak-anaknya biasa panggil beliau "Labapa" La dari "La Ode". bapa dari "bapak" terciptalah panggilan La Bapa.

Sedih, ya siapa yang tidak sedih motivasi dalam hidupnya untuk berkarir dipanggil oleh Allah. saya sudah pernah merasakan sedih pacaran sama cewek matre, sedih tidak wisuda-wisuda, sedih diselingkuhi dengan orang yang lebih hitam. sudah pernah merasakan sesedihnya-sedih. tapi seingat saya tidak ada sedih sesedih kehilangan Labapa.

Tapi secara sadar tidak sadar, kita semua akan kembali kepada Allah juga, tinggal masalah waktu, kebetulan beliau lebih dahulu saja. jadi sedih yang saya rasakan hari ini tidak sesedih 7 hari Labapa.

Saya tidak usah cerita tentang seberapa sedih saya kehilangan Labapa. saya dan anggota keluarga yang lainjuga pasti sedih.

Next.

Dalam masa-masa menjadi anak yatim ini jujur ada banyak perubahan yang saya coba biasakan dari hari-kehari. dan saya yakin semua anggota keluarga juga mengalami beberapa hal yang saya sesuaikan. diantaranya :

Cara berdoa yang berbeda
Semua orang tahu bahwa Raim sayang sama keluarga dan saya yakin semua anak pasti mendoakan orangtua mereka hanya cara dan seringnya kita berdoa berbeda-beda.

Mohon maaf bukan ada niat untuk ria, sayapun sebagai anak selalu mendoakan orang tua saya, setelah sholat kadang sebelum tidur. namun setelah Labapa tidak ada  semua itu berubah.

Bukan berubah tidak mendoakan, tapi redaksi kalimat doanya yang berbeda. sebelum lapaba meninggal selesai sholat selalu saya berdoa "ya Allah panjangkan umur Ibu dan bapak saya, angkat penyakit mereka, buat tidur mereka nyenyak, berikan mereka mimpi indah dll" selalu ada redaksi itu terselip setiap kali saya berdoa. setelah Labapa tidak ada redaksi kalimat itu sudah berubah.

Hanya kadang beberapa kesempatan doa itu kadang tidak sengaja saya ucapkan dan saya baru sadar ternyata bapak sudah tidak ada. jadi sekarang sudah berubah. hanya intensitas doa saya sekarang ini sepertinya lebih panjang dan lebih sering. soalnya saya tidak mau dalam kuburan ayah biasa-biasa, saya mau hiasi interior kuburan Labapa dengan doa jadi dia bisa nyaman. I love you Labapa.

Doaku adalah cara terbaik mengingatmu Allah dan kasur ternyaman untuk kuburanmu Labapa.
mamaku pake baju hijau

Susah move on dengan hal-hal kecil.
Susah Move on itu tenyata bukan hanya dengan pacar dan persahabatan yang buruk. ternyata Labapa juga kebagian menjadi cerita tersusah Move on dalam hidup saya.

Dari hal-hal kecil, misalkan saya lihat sarung yang biasa beliau pake, baju dia, selalu teringat wajah Labapa, senyum dia dan tingkah aneh yang dilakukan Labapa. sampai sekarang.

Seperti tempat, dan sudut-sudut rumah yang sering Labapa biasa melakukan aktivitas  juga selalu tebayang, terutama kantor Labapa yang terkenal itu, yang disamping rumah. terbayang selalu.

Tapi saya mengambil kesimpulan bahwa kadang cerita Move on itu bukan selalu yang buruk-buruk tapi karna kenangan indah itu selut dilupakan. karna memang indah. dan kau Lapaba telah menjadi cerita Move on terindah dalam hidup saya, kami anak-anakmu dan orang-orang disekitarmu.

Mencari bapak baru
jangan berpikiran negatif dulu. kamu tidak akan tergantikan tenang saja bos tukang kayu.

Situkang kayu itu selalu bercerita kesaya, ke adik-adik dan anggota keluarga lainnya. dan saya ingat sekali cerita ini sering sering diberitahukan oleh tukang kayu itu kesaya untuk modal merantau saya. tukang kayu itu bilang "kalau kamu rindu dengan bapak kamu bisa panggil bapak kepada om-om kamu dikendari (saudaranya bapak)" saya selalu bilang iya tapi tidak perna saya laksanakan.

Kenapa? ya karna tuang kayu ini masih hidup, masih ada saya tidak butuh bapak dari orang yang berbeda itulah alasan kenapa om selalu saya panggil om. meskipun sepupuku yang lain panggil bapak kepada tukang kayu itu.

Sekarang saya harus melaksanakan perintah tukang kayu itu. sekarng om-om saya sudah saya panggil bapak. Walaupun baru sebatas nama kontak Wa.
ini Om saya dari Mama, sekarang dipanggil Bapak
Cengeng tingkat dewa
Semua orang tahu, dikeluarga saya yang paling cengeng, bukan masalah tentang saya dipukul dan lain-lain. tapi saya cengeng selalu tentang keluarga, terutama orang tua. karna saya hidup dengan mereka dan tahu persis perjuangan mereka.

Sekarang intesitas menangis saya lebih tinggi, menangis hampir setiap kali berdoa tentang Tukang kayu kuat itu. tapi saya senang kadang dalam tangisan itu. karna saya menangis tanda tukang kayu itu berkesan dalam hidup saya, punya pengaruh yang sangat besar dalam diri Raim Laode.

Tapi istri beliau selalu berpesan kesaya semua yang hidup ini akan pergi kalau tanggal suda datang tidak bisa kita undur dan tidak bisa dimajukan. dan itu yang membuat raim laode kuat.

Kita bisa sedih karna kehilangan uang, bisa sedih kehilangan pacar, kehilangan rumah. percaya atau tidak semua itu bisa diganti, bisa dicari kembali. sekarang saya tahu bahwa saya menangisi sesuatu yang tidak akan terganti dengan siapapun.

Tapi masi ada Wa Mulia. Tinggal kau sa Sayang ini Wa Mama

Tukang kayu mewariskan harta karun

Semua yang hidup akan mati, dan semua yang mati akan meninggalkan warisan. tidak hanya manusia, hewan, dan tumbu-tumbuhanpun. ketika Labapa meningal sungguh beliau meninggalkan begitu banyak harta.

Hehe, sebenarnya beliau bukan orang kaya-kaya sekali, mala rekening beliau tidak cukup 5 juta. tapi ilmu dan cara beliau memberikan contoh adalah harta yang tidak akan habis layaknya rupiah.

Sekaya-kayanya warisan dari orang kaya kalau rupiah tinggal tunggu waktu pasti habis. tapi tukang kayu ini memberikan warisan yang tidak akan habis dan bisa digunakan kapanpun.

Tapi bukan ilmu pertukangkayuan ya. jujur Labapa tidak pernah ajarkan cara menjadi tukang kayu. tidak ada dari kami bersaudara yang seperti Labapa. tidak ada.

Karna saya tahu, dia tidak ingin kami mengambil jalan seperti yang dia lalui, dia ingin anak tukang kayu ini lebih baik. itulah kenapa harta warisan yang beliah kasi kekami tidak bisa dibandingkan dengan harta rupiah.

ini dia Harta karun
Tapi saya senang
saya senang karna saya yakin ayah dikuburan lagi tersenyum. iya karna anak-anaknya ganteng-ganteng dan cantik-cantik.

Disana dia sedang tersenyum dan membuat bahagia anggota kuburan tetangga. saya yakin bantal bapakku nyaman untuk beliau karna ada 5 orang anak tukang kayu yang sedang mendoakan diwaktu bersamaan.

Pasti Allah punya alasan kenapa orang baik dipangil duluan. itulah saya tahu kenapa tiba-tiba cita-cita saya untuk bahagiyakan mereka dua dimudahkan oleh Allah. karna Allah harus panggil Labapa sebab dia adalah salah satu tukang kayu terhebat yang pernah ada ditanah wakatobi, mungkin pintu surga lagi ada kerusakan jadi Allah butuh tukang kayu.

Allah tahu saya sedang bercanda. i Love You tukang kayu tua panging kuat yang pernah ada, Labapa La Ode Amirudin Poko.

Waktu Jalan kaki mengitari pantai

19 comments:

  1. terharu bacanya... tapi bang raim memang inspirasi indonesia timur dan seluruh penjuru indonesia, terus berkarya bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita semua akan mati juga, kebetulan beliau duluan. makasih banyak ya sodara

      Delete
  2. Terharuku baca ini fanse. Buat buku mi la.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabara kita, doakan ya biar semua urusan dilancarkan

      Delete
  3. sangat terharu dan isnpiratif

    ReplyDelete
  4. Sedih bangat saat bacanx tapi tetap ada juga kata2 yang bikin pembacanya tersenyum .kak raim emnag kreatif dalam merangakai kata kata lucu
    Tetap semngat kak raim

    ReplyDelete
    Replies
    1. asek, makasih banyak ya. ingat juga kita semua akan kembali ke Allah

      Delete
  5. Tenang raim..gak cuma lo aja yg cengeng. Gw pun cengeng banget kalo ditinggal orang tua. Travelling baru seminggu aja udah mewek2. Gimana raim kan? Berdoa terus ya raim. Semoga amal ibadah labapa diterima allah swt. Amiiiinnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha,. dian terimakasih ya suda baca dan berkomentar

      Delete
  6. Inspiratornya yg sdh tiada tapi motivatornya akan tetap ada selama masih berada dalam semangat aktifitas kita. Kemudian org tua akan tetap merasakan imbalan dari doa kita sebagai anak, Aaamiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin, terimakasih banyak kak, haha terimakasih banyak

      Delete
  7. Al-fatihah!
    Orang baik selalu dipanggil duluan yah...
    Maka saya belom baik berarti karena mash di dunia fana ini.. Tetap berkarya dan perbanyak berdoa untuk biolaa.. Eh ralat,, Beliau..

    ReplyDelete
  8. Awesome fanse.
    Turut berduka ya. Tingkatkan terus tulisannya. Semoga sukses.

    ReplyDelete
  9. Awesome fanse.
    Turut berduka ya. Tingkatkan terus tulisannya. Semoga sukses.

    ReplyDelete
  10. Turut berduka cita buat bang raim
    Intinya tetap semangat berkarya bang

    #jangan_lupa_bahagia

    ReplyDelete

Masih Hangat Utk Dibaca

MENIKMATI MACET JAKATA #OpiniLaode

Jakarta. Semua orang tahu bahwa Jakarta adalah Ibukota negara republik Indonesia yang kita cintai ini. sebagai ibu kota tentulah Jakarta pas...