Kajiri, Akhir Ramadhan ditahun yang Berbeda Antara Wakatobi dan Jakarta


Sebuah tulisan selalu ada alasan, dari mana datangnnya, kenapa harus ditulis, semua ada alasan dan kalau kamu tanya alasan tulisan ini adalah sederhana untuk keluarga saya. kerabat diwakatobi. kalian pasti tahu saya sayang kalian lebih dari saya sayang diri saya sendiri.

Hari ini adalah malam 27 Ramadhan tidahun ini 2017. saya tulis tepat diaparteman jakarta pusat.

Ada yang berbeda.

Tidak seperti ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnnya. nuansa tidak segembira tahun sebelumnnya. tapi aku tidak akan menyalahkanmu Tuhan. karna Kau kami ada dan kepadamulah kami akan kembali.


Ada yang berbeda.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnnya, Almarhum ayah masih ada saya dan kaka Boy selalu kemasjid biasa ayah juga kemasjid dimalam ini untuk ihtikaf. bukan hanya kebiasaan ini adalah sunah dari nabi, tapi adalah kebiasaan yang bapak saya selalu tekankan keanak-anaknya.

kebiasaan ini yang dinamakan "mofoto" yang artinya begadang, kebiasaan ini adalah kebiasaan yang unik adalah kebiasaan keluarga kami untuk berburu lailatul kadar adalah malam yang keutamaannya lebih dari seribu bulan.

ingat, waktu kecil bapak saya kumpulkan satu keluarga dia bilang ke adik-adik "kalian jangan tidur sebentar malam kita mofoto" sapa tau kita dapat lailatul kadar. semua anak-anak mengerti kecuali adik saya Diana. tepat jam 12 malam dia bangun bilang ke mama saya "ma kapan kita berfoto" dia kita mofoto itu berfoto. haha

Kajiri atau kajiri'a adalah istilah kami orang wakatobi untuk malam 27 ramadhan yang selalu dipercaya malam itu adalah malam lailatul kadar. biasa bunyi petasan dimana-mana menyambut malam hari itu.

Sore hari kita berjiarah ke kuburan kakek, menyalakan lilin untuk menerangi kuburan meraka. entah itu walaupun tidak diajarkan agama tapi adalah kebiasaan untuk menghargai malam itu.


Namun malam ini terasa berbeda.

Sangat sedih lilin itu akan berada pada kuburan ayah yang baru berapa hari wafat diawal ramadhan. dan yang lebih susanya saya tidak bisa hadir untuk menyalakan lilin itu. dan mengucapkan doa kepada Allah untuk meminta keluasan kuburanmu ayah.

Begitu sulit untuk menulis satu demi satu kata-kata dalam paragraf ini karna sesekali saya terhenti dengan air mata yang jatuh.

Tapi semua orang tahu. kamu pasti tahu, saya sayang ayah. namamu akan selalu ada didoa yang akan kulanturkan setiap saat. 

Ada yang berbeda.

Mama, bapak, Diana, Eli, Yusril dan kaka Boy. mama Aril, bapak Ariel, Halil, Ariel, Uki. saya sayang kalian.

Antara Wakatobi dan Jakarta. adalah doa yang akan mendekatkan kita.

Bapak entah kau tahu atau tidak, malam ini terasa berbeda, semua cerita hebat kamu hanya akan ada di benak saya. kamu pergi tidak neninggalkan harta yang banyak. tapi apa yang kamu berikan, apa yang kamu wariskan lebih dari apapun yang saya butuh.

I love you La Ode Amirudin Poko.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chord guitar Lagu Suasana Rumah Raim Laode

Setelah CEMBURU, Raim Laode Cerita Lagu Kedua SUASANA RUMAH Rilis 21 Maret 2019

Lirik LAGU SUASANA RUMAH BY RAIM LAODE