Monday, February 20, 2017

TANPA JUDUL

raimlaode
suatu ketika dalam mata kuliah saya pernah bertanya kepada Prof, Anwar dosen sejarah saya “pak bagaimana caranya menulis?” dia diam lima detik dan menjawab dengan sederhana “ambil kertas, pulpen, tulis” sesederhana itu dia menjawab pertanyaan saya.

ini yang saya lakukan malam ini, adalah waktu dimana saya baru saja pindah dari kosan lama saya di Jakarta barat belakang Indosiar. sekarang saya pindah didaerah yang tidak terlalu jauh dari tempat yang namanya sering masuk diberita tv sore hari. kali jodoh.

sungguh sulit untuk pindah dari kosan saya yang lama. bukan karena fasilitasnya lengkap atau dia lebih murah, tapi saya sudah terlanjur menyatu dengan lingkungan kosan itu. saya akrab dengan tetangga kosan rukun dengan lingkungan sampe hampir tiap sore saya habiskan waktu main futsal di gang bersama anak-anak kecil komplek kampung bali itu.

tapi malam ini saya tidak akan terlalu bercerita tentang itu. saya akan bercerita sedikit tentang perasaan saya lalui akhir-akhir ini. bahwa kadang untuk mengejar apa yang kita suka kita mengorbankan kebahagiyaan kita sendiri.

ini yang saya rasakan. terus terang Jakarta adalah mimpi indah dimana kita untuk mewujudkannya kadang kita harus mengubur mimpi indah yang lain. mungkin berat untuk kamu pahami. ini rahasia kita sahabat.

sekarang saya sudah hampir tujuh sampai delapan bulan di Jakarta.

kalau ada tempat yang saya sangat rindukuan saat ini adalah Wakatobi dan Kendari. dua tempat ini adalah sumber bahagiya saya sebelum ke Jakarta. kenapa wakatobi, saya rindu dengan lingkunganku, lingkuangan yang saya selalu bahas dalam stand up saya ketika mengenggam mik itu.

saya rindu wakatobi, saya rindu lingkungannya, rindu dengan suara dan aroma lautnya, rindu dengan suara ramah orang-orangnya. rindu dengan suara mama saya yang menyebalkan. rindu dengan marah ayah saya si tukang kayu tua itu.

I miss you. saat kata “I miss you ini saya tulis tidak terasa air mata ini berkaca-kaca karna kejujuran ini sahabat. ini rahasia kita.

lalu kenapa dengan Kendari, setelah saya tanya kehati saya jawabannya adalah disana saya menuntut ilmu pendidikan saya, kuliah dikampus yang terbaik didaerah kami Halu Oleo, saya rindu tugas-tugas itu, saya rindu bangun pagi dan terlambat dikampus, saya rindu suara aktivis dari raha yang menyarakan penderitaan masyarakat.

saya rindu, teman teman saya dikomunitas, saya rindu kalian, perjuangan masih panjang, kita tidak boleh tidur dalam waktu yang panjang. saya rindu kalian menghabiskan minggu pagi ke taman kota kendari berolaraga berbaur dengan keramayan, saya rindu kalian.

ada dua nama wanita yang saya juga rindu di kota kendari. namanya Komang ade dan Ruhdiana, dua orang ini adalah teman saya sekaligus orang yang sayang dengan saya temani perjalanan hebat saya ini. perjalanan yang dianugrahi Allah dengan kejutan yang luar biasa.

Diana adalah adik saya sodara kandung saya, sementara kuliah dikampus yang sama dengan saya. komang ade adalah sahabat sekaligus teman hati yang selalu perjalanan ini melangkah melewati kerikil demi kerikil untuk maju kedepan .

saya rindu kalian.

bukan karna jakarta tidak menyengkan, tapi sengaja saya tulis ini untuk kalian tahu bahwa adanya kalian adalah bagian utama dalam perjalanan saya untuk mengejar mimpi-mimpi itu. saya tidak mau kamu berpikir saya lupa dengan kalian tidak. hanya kadan waktu ini tidak menyempatkan tangan ini untuk membalas whatsap kalian, bbm kalian, tapi didalam itu raim masih dia yang menyebalkan sejak dulu tidak ada yang berubah, hanya kadang waktu berkata untuk sempatkan raim dikesibukan lain.

untunya dijakarta saya punya teman baru. teman yang selalu mendampingi dalam petualangan baru ini.

kalau ada saya tanya lagi nama-nama itu siapa? ada banyak, tapi saya akan sebutkan dua, ada Dzikri dan ada Kak Vika. dua orang ini adalah teman baru dengan pengalaman baru yang saya temukan dijakarta. mari kita bahas satu-satu.

pertama Dzikri. saya tidak akan terlalu banyak bercerita tentang orang ini karna pasti kalau kau baca pasti loncat-loncat. haha. dia ini teman pertama saya dalam kategori sahabat dijakarta. dia datang lebih awal di Jakarta dari Banten. jadi dia sering beri tahu saya bagaiaman kehidupan jakarta. kita biasa sering habiskan malam yang panjang untuk berbicara tentang mimpi dan rencana sukses dikota ini.

dia sahabat sekaligus editor vidio youtub saya dan biasa dia teman perjalanan saya keluar kota.  banyak memberi masukan dalam diri saya. percaya dia adalah sahabat yang tulus dan akan lama sama-samanya karna suda lalui banyak yang suka-suka sampai duka-suka, sanpai motor dia saya buat rusak parah.

nama kedua yang ada dikepala saya namanya Vika biasa saya panggil ka Vik, untuk orang yang follow saya di Intagram pasti tahu orang ini. dijam seperti ini (01:07) biasa saya lagi whatsapan dengan dia, untuk itu tidak usah saya lanjudkan informasi tentang dia. nanti saya akan tulis terpisah. tunggu saja diblog ini.

hahaha.
oh iya, terimakasih kepada kamu pembaca setia saya, dari semua sahabat saya disosmed kamu pembaca blog ini adalah teman terbaik dari yang terbaik, karna sampai kaliamat ini masih kamu luangkan waktu untuk membaca dan membaca. saya tahu jumblah kalia tidak banyak tapi kami adalah pilihan.

I Love you. 

raimlaode / Penulis & Editor

Lelaki kecil dengan mimpi yang besar

3 komentar:

  1. Sukses slalu ka raim 😉 kapan kapan buat tulisan tntang, kita para fans mu yaa hehe

    ReplyDelete
  2. Emang ada yg Fens? Hahaha iya kapan2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada lah ka kl0 aq sih dari petama liat ka raim di suca sdh dukung ka raim krna lucu hehehe ditunggu l0h ya 😄😉😉☺☺

      Delete

Copyrights @ 2019, Blogger Template Designed By Raimlaode

Distributed By Gooyaabi Templates