Monday, July 20, 2015

SUCI 5 KOMPAS TV – Malam Jumat Kramat jadi Malam Jumat Tawa #catatanHarianLaode

raimlaode
Raim laode
Hay, perkenalkan nama saya La Ode Raimudin, saya asli dari Wakatobi, tapi sekarang saya berada di Kendari, mungkin kalian akan bertanya Kendari itu dimana, sebelum pertanyaan itu terlontar, saya jelaskan Kendari itu berada di Sulawesi. Saya adalah salah satu anggota dari komunitas Stand-Up yang ada di Kota ini @standUpIndo_kdi yang sekarang cukup eksis dikota ini diaman saya menempuh pendidikan.

Karna ini diminta bagaimana kesannya tentang Suci 5 Kompas Tv maka dengan tulisan ini kamu akan membaca hal yang unik dari kami anak Sulawesi. 

Untuk  komunitas Stand-Up yang ada di pulau jawa sangat muda untuk mereka bisa menyaksikan Suci 5 Kompas Tv  secara langsung di Balai Kartini. Tapi tidak buat kami, Buat kami tawa adalah perjuangan. Perjalan saya dimulai dari audisi Suci 5 Kompas Tv  di Makassar akhir tahun 2014 dengan mengambil rute perjalan yang sangat panjang bersama dengan beberapa teman komunitas selama 23 jam diperjalanan hingga sampai di tujuan, walaupun sampai diruang audisi Davit nurbianto yang kami jumpai.
 
Raim Laode audisi Suci 5
Singakat cerita, Anjas adalah perwakilan dari kami di panggung Suci 5 Kompas Tv , orang ini adalah Jagoan kami dari Sulawesi yang sempat mengguncangkan panggung Pre Show dikala itu walaupun selain dia ada beberapa yang kami jagokan masing-masing. Seperti saya senang dengan Frimawan karna pola pikirnya yang aneh dan tawa yang tak terduga darimana asalnya. Oh iya Wira juga cukup mengambil hati orang Indonesia dengan sajak-sajak romantisnya.
 
Setiap malam jumat, biasanya kami selalu menantikan Anjas di layar kaca Laptop saya, kenapa dilayar kaca laptop karna biasa kami anak-anak kominitas @standUpIndo_kdi menoton Suci 5 menggunakan tv tunert dengan alasan yang praktis dan bisa dibawa kemana-mana walaupun kita harus berjuang dengan jaringan Kompas Tv yang seadanya ditempat kami. Tetapi mingu-demi minggu kegiatan rutin ini selalu kami lakukan walaupun beberapa minggu kemudia Anjas jagoan kami harus tersenggol maksut saya harus Clos Mic karna durasi. Tapi semangat kami untuk nobar Suci 5 Kompas Tv tidak berhenti karna itu.

Sebelum jauh membaca biar saya gambarkan situasi yang ada di Sulawesi saat ini, sampai sekarang, masyarakat Sulawesi masih sangat melekat dengan yang namanya Kramat dan Mistis karna Mistis sekarang mejadi wali kota (Bercanda). Jadi di Sulawesi malam jumat masih merupakan malam yang kramat bagi masyarakat. untuk ada Suci 5 Kompas Tv dimalam jumat, jadi rasa takut ini bergani menjadi tawa karna jokes-jokes dari anak-anak Suci 5 Kompas Tv.

Tempat kami biasa Nobar Suci 5 Kompas Tv itu agak unik. berada ditempat kami biasa Open Mic kita sebut saja at Ruma tua Caffee (milik teman komunitas). Yang membuat tempat ini unik sebenarnya bukan dari Caffee itu sendiri tapi yang menarik adalah Caffee ini tepat bersampingan dengan tempat Prostitusi yang berkedok Hotel kecil-kecilan dan cukup mendapatkan hati para pelanggan, sehingga lengkaplah sudah malam jumat kami disana, ada Kramat, Tawa dan beberapa desahan dari pelanggan hotel itu. Makanya jangan heran kadang ada suara yang aneh ketika Punc Line dimana tawa bercampur desahan. 

Singakat cerita, setiap malam Jumat akan selalu ada kesan buat kami, karna selesai nobar Suci 5 Kompas Tv biasanya kami melakukan yang namanya Sharing  kaya miting yang bermanfaat membahas tentang beberapa penampilam para komik Suci 5 Kompas Tv . Tidak hanya penampilan para komik yang menjadi perhatian dari kami anak kominitas Kendari, Komentar para juri adalah momen yang sangat penting untuk disimak dan dicermati karna hal-hal ini yang selalu menjadi angan-angan setiap komik yang ada di Nusantara. Membayangkan situasi diamana selesai stand-up ada orang lain yang berbicara dan menilai apa yang kamu bahas diatas panggung. Komentar juri yang paling saya tunggu adalah komentar dari Jono, upss yaudalah, yang paling saya tunggu itu komen dari kaka Raditya Dika karna selain komentarnya selalu mengarah kepada materi, Folowersnya juga banyak 10 juta, ya minimal dari situ kita tau jumla statistik masyarakat Alay Indonesia berapa banyak.

Dari panggung Suci 5 Kompas Tv  Kompas, sedikit lebihnya akan menjadi gambaran sulitnya Suci 6 tahun depan mengigat setiap minggu akan ada satu tehnik yang wajip dibawa dalam setiap minggunya diSucy 5. Tidak hanya itu, dari Suci 5 Kompas Tv selain tawa kita juga bisa menyaksikan perjuangan teman-teman dari berbagai komunitas Stand-Up yang ada di Nusantara. Dari Rigen kita bisa belajar tentang susahnya menjadi anak rantau yang ngekos dengan segala problemanya. Dari Rahmet kita mendegarkan suara dari anak STM yang dipandang sebela mata. Dari Frimawan kita belajar bagaimana kita mengontrol emosi gara-gara materinya yang aneh. 

Seiring mingu demi minggu berganti, beberapa minggu yang lalu sampailah kita dimalam Gran Final Suci 5 Kompas Tv . Semua orang punya prediksi dan jagoan masing-masing, seperti saya menjagokan Anjas Chambang. Haha.. Anjas suda Clos Mic #CallBack. Seperti yang lainnya saya juga punya prediksi tersendiri siapa yang akan menjadi juara. Didalam kepalaku adalah Juara satu Frimawan, dua Rahmet dan yang ketiga Rigen. Tentunya prediksi ini saya buat dilihat dari catatan mereka disetiap minggunya. Frimawan hebat dalam One liner dengan pemicu tawa paling banyak setiap minggunya. Rahmet anak Stm yang hebat membuat situasi Komedy dan Power yang hebat ketika membawakan bit-bit dia tentang anak Stm. Serta Rigen yang sebenarnya berada dideretan prediksi juara 3 #orangKetiga.

Ketika sekmen demi sekmen Gran Final Suci Kompas Tv telah berlalu karena iklan akan memperjelas siapa yang akan menjadi juara. Babak pertama kayaknya si orang ketiga memimpin barisan karna babak Rosting cukup ditutup dengan hebat oleh Rigen sedangkan Frimawan dan Rahmet agak sedikit keseleo dari penampilan mereka, tapi Rigen seperti biasa adalah komik yang mahir dan menunjukan kemampuannya dalam hal Rosting.

Pada babak kedua (Menggunakan Media) sepertinya Rahmet yang mengejar ketertingglannya dan memimpin sekmen itu. karna  dilihat dari media yang dihadirkan diatas panggung agak unik yaitu menghadirkan teman anak Stm diatas panggung dan membawakan materi dengan aman walaupun tidak bisa dipungkiri Rideng Menghadirkan Arie Kriting dan Abdur keatas panggung cukup luar biasa juga tapi saya rasa dia cukup layak berada diurutan kedua setelah Rahmet. Yang menarik dibabak Media adalah Frimawan membuat set panggung menyerupai situasi kamarnya namun sayang ada beberapa kendala yang kita bisa lihat bersama diatas panggung dimana pengikat selempang baju Frimawan terlepas. Dari kejadia yang menimpa Frimawan itu cukup memberikan gangguan yang berarti dari penampilannya. 

Dibabak ketiga, bisa dibilang adalah babak yang paling ekstrim karna finalis harus menampilkan beberapa tehnik Stand-Up kedalam penampilannya. Jika dilihat dari penampilan mereka bertiga Rigen dan Rahmet sepertinya yang akan memenangkan sekmen itu, tapi entah apa yang menjadi pemikiran dan pertimbangan juri akan dijawab pada sekmen selanjutnya. Sampai disekmen terakhir dan diumumkanlah siapa yang akan menjadi juara satu dua dan tiga, Rigen menjadi juara satu, Rahmet juara dua, dan Frimawan juara tiga. 

Saya tau yang paling lucu diantara mereka menurut saya adalah Frimawan, tapi lucu saja tidak cukup untuk panggung Gran Final Suci 5 Kompas Tv , komik juga harus punya mental juara. Dan seperti itulah kompetisi Suci 5 Kompas Tv  mendidik peserta menjadi Komik  dengan mental juara, memotifasi Komkik di Nusantara untuk panggung Suci 6 dan memberikan tawa dimalam jumat untuk seluruh keluarga di Indonesia. Dan yang terpenting Suci 5 Kompas Tv merubah paradigma malam jumat Kramat menjadi malam jumat Tawa.

Wasalam, sekian dan terima kasih sampai jumpa di Sucy 6 tahun depan.
Kendari 21 July 2015
@RaimLaode

Copyrights @ 2019, Blogger Template Designed By Raimlaode

Distributed By Gooyaabi Templates