MASA KECIL LA ODE YANG ANEH (Catatan Harian La ODe #7)



Mengingat reting dari pembaca Blog ini sudah cukup banyak diminati sekitar 3 orang, maka La Ode kepikiran untuk banyak berbagi lagi tentang hal lain yang saya alami namun dimodifikasi dalam tulisan.

Semua orang pasti akan berkata bahwa masa kecil adalah masa yang paling indah. Walaupun ada beberapa istilah yang coba membantahkan kalimat pertama seperti “masa kecil kurang bahagiya” kalimat ini diberikan kepada orang dewasa dengan Kriteria memiliki jenggot, bulu ketek dan bulu yg bergantung lainnya ketika orang dewasa ini bertingkah aneh.

Kalau seperti ini La Ode sepakat. Bahwa semua masa anak-anak itu pasti bahagiya. Yang menjadi masalah adalah kebahagiyaanmasa kecil seseorang berbeda-beda dan malah ada yang masuk dalam kategoti aneh.

Ada yang bahagiya ketika minum susu dari botol, ada yang bahagiya munum susu dari sumbernya langsung, bahkan yang aneh ada yang bahagiya minum susu ASI dari ibunya tapi dicanpur gula biar tambah manis.

Jika ada yang Tanya La Ode seperti apa masa kecilmu? Tentunya pasti saya jawab bahagiya hanya seperti yang saya bilang tadi kebahagiyaan kita berbeda-beda. Sebagiyan anak mungkin bahagiya ketika membersikan debu dikelas, sebagian senang membersihkan papan tulis, saya malah senang membersihkan muka dari jerawat.

Saya punya kenangan indah Di WAKATOBI

Hijrah dari Liya ke Wanci

Oke. Masa kecilku itu dimulai ketika kedua orang tua Move atau Hijrah dari Liya Logo (suatu tempat disebelah selatan pulau Wangi-wangi) pindah ke Wanci (bagian Wangi-wangi induk) membawa saya dan kakakku La Boy ketika berusia 5 tahun (1999) tentunya pada zaman itu sekumpulan anak jago dens  yang disebut Koboi Junior belum ada didunia ini mereka mungkin masi dalam bentuk oksogen.
Tidak usah Tanya kenapa kami Hijrah dari Liya ke Wanci. Jangan Tanya karena ada aib keluarga menyertai. Haha.. yang saya ingat waktu itu ketampananku sudah tidak bisa ditolerir oleh masyarakat Liya akhirnya kami hijrah ditahun 1999.

Hidup dalam suatu lingkungan dengan keadaan terlalu imut itu membebani hari-hari terutama wajahku. Setiap kali diajak oleh Wa Mama (panggilan ibu di Wakatobi) pergi kepasar, arisan dimanapun itu, pipiku adalah target incaran ibu-ibu untuk dicubit seraya mereka mengatakan “Imutnyaaaa anak siapa ini

Jadi saking imutnya saya, semua ibu2 sirik dengan keimutanku dibandingkan anak-anak mereka yang lebih mirip terumbu karang dan ikan pogo. Sehingga atas perundingan kami putuskan dengan keras harus Hijrah sesegera mungin agar tidak terjadi fitnah antara tetangga.

Masa Kecil Dan Pantai

Masa kecil yang menyenangkan ini selalu erat kaitannya dengan lingkunganku berada, tempat tinggal yang saya tempati pada saat kami Hijrah tidak jauh dengan pantai. Sehingga hanya ada satu lasan waktu SD ketika bolos dari sekolah saat itu adalah alasan yang sama setiap hari yaitu “Memancing” tepatnya laut…

Jadi ketika ibuguru mengabsen, “La Ode raimudin?” semua siswa dengan kompak jawab “DI laut buuuu..!!!” besok nya diaben lagi “La Ode Raimudin..??” semua jawab “dilaut buuu…” nah ketika hari minggu tiba, semua anak menuju ke laut untuk memancing ikan, ibuguru Wa Morunga sengaja mencariku sampai kelaut.

Tibanya ibu guru Wa Morunga dilaut. Dia bertanya.. “hey anak-anak La Ode dimana?” itu serempak anak-anak menjawab “di Sekoolaaahh buu..!!!”

Yang menjadi masalah adalah, ketika saya memancing ikan dilaut, hal ini menyebabkan masalah yang terjadi didarat seperti amarah ibuguru Wa Morunga merasa terpancing juga karena saya seringkali bolos gara-gara memancing dilaut.

Entah kenapa suasana kelas menjadi sepi ketika saya tidak ada. Bukan karena saya pintar dan dibutuhkan tapi sejatinya kelas itu harus mempunyai murit yang bisa dijadikan contoh yang buruk. Nah mungkin saya adalah salah satu contoh dari semua ini.

Jadi ketika ibuguru Wa Morunga menjelaskan bagaimana pengaruh penyakit ganas dan menular seperti HIV, entah kenapa sayalah orang yang ditunjuk. Makanya saya dibutuhkan dalam pergaulan.

Masa Sd Yg Suram

Ada satu hal yang kalian harus tau dari tempat tinggalku di Wakatobi. Wakatobi adalah suatu daerah baru mekar yang identik dengan barang tajamnya seperti parang, pisau dan lain sejenis itu. Karena daerah ini sebelum dinamakan jadi Wakatobi, di peta di tulis dengan kalimat “kepulauan toekang besi” karena  memang sebagian besar masyarakat memang adalah tukang besi dan pembuat parang tradisional.

Inilah yang membedakan kami dengan anak-anak didaerah lain.
Didaerah lain waktu kecil mereka main laying-layang, main kelereng, ditempatku kita main sudah main parang sejak sedini mungkin. Itu kayak sudah mau jadi kewajiban anak-anak di Wakatobi. Sampe terakhir 2014 mata pelajaran Muatan Lokal disana itu mau di usulkan “dasar-dasar bermain parang”.

Kamu tau biasanya ada adegan difilem-filem dimana seorang anak sudah waktunya dewasa dan ibunya pada saat itu biasanya bilang “nak kmanu sudah dewasa sudah waktunya kamu mandiri” adegan ini tidak akan kamu dapatkan jika filem itu di wakatobi.

Karena ibu-ibu di Wakatobi mungkin akan bilang sesuatu ketika anak-anak mereka dewasa mereka akan bilang “ nak, kamu sudah dewasa sudah waktunya kamu.. pegang parang dan gunakan parang sesering mungkin ketika kamu kelaparan ditanah rantau”
Haha.. 

Jadi inti dari semua ini adalah saya yakin semua masa kecil sesorang pasti bahagiya hanya yang menjadi pebeda adalah cara kita untuk bahagiya masing-masing.

Tidak usah menjust orang masa kecilnya kurang bahagiya karena tidak ada orang saat ini yang akan pergi ke masa kita kecil dahulu untuk memastikan apak kita bahagiya di masa kecil.

Sooo,.. saya sudah capek menulis. Sekarang sudah jam 12:13 am ketika ketikan ini, dan saya harap kita bisa ketemu lagi ditulisan selanjudnya, karna saya percaya ini semua adalah awal dari sesuatu yang besar.

Tidak usah pusing banyak salah-salah ketik. Tolong bantu saya dimana kalimat yang salah karna saya tidak cek duakali tulisan ini. Cukup tulis komentar kamu di @RaimLaode dan doakan kita panjang umur. Aminnn

Wasalalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chord guitar Lagu Suasana Rumah Raim Laode

Setelah CEMBURU, Raim Laode Cerita Lagu Kedua SUASANA RUMAH Rilis 21 Maret 2019

Lirik LAGU SUASANA RUMAH BY RAIM LAODE