Wednesday, December 10, 2014

AYO MENULIS



Kenapa Indonesi tertinggal? Pertanyaan ini menimbulkan banyak jawaban dari orang yang berbeda. Tapi jika itu ditanyakan kepada daku, maka daku akan menjawab salah satunya karena kita pada awalnya bukan bangsa yang suka menulis.
Engkau tahu kenapa India memilki Filem yang bisa membuat kita mengeluarkan air mata sedih karena dialog-dialog yang romantic nansahdu itu kita dengar di bandingkan dengan di Indonesi? Karena, India bberdasarkan catatan sejarah adalah suatu bangsa yang telah mengenal tulisan pada abad ke-5 sebelum masehi. Sebelum masehi itu kira-kira aliando masih dalam bentuk oksigen.
Kenapa di Indonesia malah sebaliknya? Karena itu tadi. Pada awalnya menulis bukan merupakan budaya kita. Di Indonesia mengenal yang namanya tulisan dimulai sejak abad ke-5 Masehi. Abad ke-5 Masehi itu, Aliando masih dalam bentuk ogsigen juga, itupun tulisan yang ada pada arca-arca itu menggunakan huruf dari India.
Tapi, itu jaman dulu sekarang kita malah sebaliknya. Kita adalah Negara yang tidak karuan hobinya dalam menulis Dan Faktanya. Indoesia adalah Negara dengan twit terbanyak yang dibandingkan dengan negara lain  diseluruh dunia. Kita pengguna jejaring social terbanyak. Dan bahkan kita sampe lupa orang yang ada disamping kita gara-gara Twiter. Bahkan yang lebih parah adalah bonus smsan yang diberikan operator sama kita itu kadang-kadang habis dalam sekejap. Tdk cukup dgn itu BBM juga digunakan untuk sepeda motor,..???? (apa hubungannya) maksud saya BBM 
Ini bagus. tapi yang menjadi masalah adalah yang kita lakukan adalah hal yang tidak berguna?. Sekarang kamu harus bertanya keda diri kamu apakah yang kamu tulis itu adalah hal yang baik dan dapat bermanfaat untuk orang lain? Kayaknya sebagian besar akan bilang tidak. Karena jika dilihat dari status-status kita misalnya yang ada di FB itu kadang tidak masik akal. Semua dilaporkan, kekampus lapor fb, kekantor lapor fb, kekantor lewat kampus lapor jg sama rector (krn dia PR 3), semua dilaporkan ke fb.
Tp yang menjadi poin adalah kita punya dasar kemampuan untuk menulis walaupun sebatas SMs dan abdet status. Saya rasa ini adalah modal utama kita didalam menulis.

Kenapa menulis itu penting?

Jawabannya karena kita perlu sesuatu untuk memberikan informasi tentang kita tetapi bukan dari mulut kita langsung. Gajah mati meninggalkan gading, ayam mati meninggalkan pahanya. Nah manusia mati harusnya meninggalkan nama. Tapi untuk manusia yang tidak pernah menulis namanya hanya akan tertulis pada batu nisannya saja.
Ini betul. Karena  sokrates, Aris Toteles, Alber Einstein kita mengenal orang-orang ini bukan karena kita tau batu nisannya ada dimana. Tapi karena orang-orang ini menulis bukan abdet status haha (krn memang belum ada).
Kristopos Colombus mungkin bukan orang yang pertama yang menemukan benua Amerika, tapi karna dia menulis, makanya dia yang terkenang namanya.
Lalu apa yang harus saya tulis Raim?
Terserah kamu. Saya kadang menulis Diary hampir setiap hari. Apakah saya banci? Haha tidak juga karena hapir sebagian orang-orang besar yang pernah ada menulis yang namnya diary. Bung Hatta, Hugua dan masih banyak tokoh lainnya.
Mulailah dengan menulis apa yang kamu resahkan. Karena dari keresahan akan menimbulkan kalimat-kalimat yang lebih banyak. Bisa yang kamu resahkan tentang pemerintah, resah tentang dinamika percintaan, apapun sah-sah saja.
Akan lebih bagus jika tulisan tersebut terposting ke internet. Misalkan melalui Blog yang kamu bikin sendiri. Jaman sekarang membuat Blog bukan hal yang sulit semua ada petunjuknya untuk lebih muda cari Youtubnya.
Jadi kayaknya cumin itu yang bisa saya sampaikan untk sekarang. Pesan saya tulisan ini jangan dikritik dengan lisan. Kritik ini dengan karyamu sendiri, dengan tulisanmu sendiri.. haha

Salam hangat  9 Des 2014
La Ode Raimudin
@RaimLaOde.

No comments:

Post a Comment

Masih Hangat Utk Dibaca

MENIKMATI MACET JAKATA #OpiniLaode

Jakarta. Semua orang tahu bahwa Jakarta adalah Ibukota negara republik Indonesia yang kita cintai ini. sebagai ibu kota tentulah Jakarta pas...