Friday, September 26, 2014

SENIORITAS ATAU KAKAK ADIK

raimlaode
oleh : La Ode Raimudin


Tulisan ini diperuntukan untuk adik-adik saya dikampus UHO yang sejatinya masih dalam keadaan mahasiswa baru (Maba) dalam artian semester pertama dalam dunia perkuliahan (zaman semester satu).
Ada banyak hal baru yang akan kamu dapatkan ketika menginjakan kaki didunia perkuliahan. Hal-hal baru itu akan menjadi hal-hal baru yang bersifat positif dan hal-hal baru yang negative dan saya yakin kamu akan mendapatkannya dan mulai heran dimasa-masa pertama ini.
Hal-hal positifnya adalah salahsatunya kamu punya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kamu inginkan dan tidak terwujud dizaman kamu sma, seperti memanjangkan rambut, memanjangkan kumis, serta rambut-rambut yang lain yang menurut kamu perlu untuk dipanjangkan.
Hal-hal buruk yang kamu rasakan dizaman semester satu ini adalah harapan kamu itu tidak sesuai dengan keadaan. Ketika ada niat untuk memanjangkan rambut kok malah dipotong sama senior-senior kamu. Dan yang paling parah malah yang menggunting rambutnya lebih panjang dasri yang digunting. Tapi tenag saja itu hanya aka nada pada semester ini sabar saja dulu.
Senior tidak pernah salah, kalau salah berarti yunior adalah penyebabnya. Kalimat ini adalah kalimat yang sering akan kamu dapatkan ketika berada di semester ini. hmm,.. hidup tidak adil.  Tidak tau kalimat ini selalu ada setiap tahun. Apakah ini betul, yaa,.. saya rasa tidak terlalu betul.
Tapi, kenapa ini bisa terjadi, karena hal ini dilakukan ditahun sebelumnya dan yang terjadi adalah istilahnya pembalasan tahun depan kepada orang yang berbeda. Dimasa ini dizaman semester satu kamu akan mendapatkan banyak gambaran yang buruk tentang kampus walaupun sebenarnya tidak mewakili keadaan yang ada.
Sebagina dari senior itu menuntut untuk dihargai dan kecewa terus marah jika tidak dihargai.  tapi mari kita liat apakah hal ini baik,.. yaaa tentu saja tidak. Tapi kadang kita sebagai senior juga yaa harus tau diri juga apakah yang kita berikan itu adalah contoh yang baik dan membuat kita pantas dipanggil abang atau dipanggil kakak.
Jika mau memilih saya mau dianggil abang atau dipanggil kakak, saya pasti pilih yang kedua. Tapi apakah saya juga sudah pantas untuk dipanggil kakak atau malah seharusnya malah pantas dipanggil abang juga. Hmm,. Mari kita Tanya pada rumput yang bergoyang, awan yang melanyang dan kumis yang merambat.
Kamu sebagai manusia yang hidup dizaman semester satu harunya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang pantas untuk dipanggil abang dan mana yang pantas dipanggil kakak. Ini menjadi penting supaya kamu tidak terdoktrin dengan hal yang buruk diawal kuliah.
Karena beda zaman kuliah dengan zaman sekolah,. Dosen adalah mahluk dari planet lain yang punya bahasa berbeda dengan guru yang kita dapatkan dizanan kita sekolah. Jadi pendekatan yang harus kamu lakukan beda dengan zaman itu.
Untuk yang merasa dirinya lebih tua dan hidup dizaman bukan semester satu, saya punya pesan untuk kita semua. Senioritas tidak ditentukan oleh usia siapa yang tua dia dipanggil senior. Bukan,.. senioritas itu sejatinya ditentukan oleh pengalaman, karena belum tentu yang muda ini selalu lebih bodo dari yang tua..
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah senioritas harus dihapuskan dibumi kampus ini,.???. hmm,.. saya pasti jawabnya tidak.. tapi harus dengan hati yang iklas dalam artian oranglain menghargai kita bukan karena ada unsure paksaan dan sandiwara belaka.
Perhatikan senyum dari adik-adik itu, kadang ada dari senyum merekan  terihat aroma ketidakiklasan dalam melakukannya. Didepan senyum dibelakang cemberut. Apakah ini salah mereka?? Mari  kita Tanya lagi pada rumput yang bergoyang, awan yang bergerak dan kumis yang merambat.
Yang menjadi dambaan adalah,.. yuniar dan senior akan saling menyapa dengan iklas karena yang kakan pantas dibilang kakak, dan yang adik juga pantas dibilang adik.
Ayolah,.. Muff oN,.. kita sudah merdeka,.. jangan lagi jajah anaknya orang.. beri mereka contoh yang baik, beri mereka sengat dalam belajar,. Saya kira kakak yang baik adalah kakan yang selalu memberikan contoh yang baik kepada adiknya. Mereka sudah dewasa dan sudah bias urus diri sendiri..
Hm… akhirnya kita haris berpisah,.mohon jangan ada yang tersinggung dengan tulisan ini, yaa namanya juga pendapat, ada baiknya diabadikan dalam tulisan dan mungkin akan menjati catatan sejarah dalam hidup kita..
AKU PERCAYA AKU AKAN MENJADI ORANG HEBAT DIMASA YANG AKAN DATING MAKANYA AKU MENULIS.


oh iya yg mau komen2 klik ke sini aja,..
Fb : Raim Karana 

Sunday, September 21, 2014

falsafah Merantau orang Wakatobi

raimlaode



TARA, TURU, TORO, DI LANGKE’A
( Falsafah Merantau Orang Wakatobi )
Oleh : La Ode Raimudin

Ara nulangke di togo numia la moane, tolu asa ako d’ikonta’u, Tara b’ara Nukalu kalu,  Turu pomundi ke miangkene’u, toro na agama’u.
–falsafah merantau orang Wakatobi

Indonesia adalah Negara maritim terbesar didunia, begitulah ungkapan yang dikatakan oleh  Ab Lapian seorang sejarawan maritim terkenal di Indonesia. Keadaan yang luarbiasa ini ratusan pulau pulau yang terbentang di Nusantara dari Sabang sampai Marauke mengakibatkan budaya pelayaran yang melakat ditelinga kita, bahakan dalam alunan cerita-ceria pengantar tidur orang tua kita.
Nenek moyangku seorang pelaut. Begitulah lirik lagu yang sering kita dengarkan dimasa-masa kecil.  Keadaan ini membuat begitu banyak budaya dan kebiasaan yang bermacam-macam dinusantara. Hal ini merupakan asset yang berharga dan bernilai tinggi serta membuat kita menjadi Negara yang kaya akan budaya karena tidak ada dinegara lain selain Indonesia.
Budaya merantau cukup akrab ditelinga kita nusantara terutama orang-orang yang tinggal di pulau-pulau Indonesia. Yang menarik dalam budaya ini adalah biasanya masing-masing daerah punya cirikhas tersendiri yang harus dilakukan sebelum merantau.
Banyak faktor yang mendorong orang-orang untuk pergi dari tempat asal atau kelahirannya menuju tempat lain. Secara umum adalah faktor ekonomi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi, faktor pendidikan dan faktor peperangan serta bencana alam. Beberapa faktor tersebut jika dilakukan berulang-ulang akan menjadi tradisi atau bidaya dari suatu kelompok etnis.
Wakatobi misalanya, budaya merantau sangat melekat kuat pada masyarakat karena pada dasarnya keadaan alam dan geografis yang memungkinkan untuk melakukan hal itu.  Di Wakatobi, merantau bisa dikatakan telah menjadi salahsatu bagian dari budaya masyarakat, alasan utama untuk merantau adalah alasan ekonomi dan alasan pendidikan yang kebih baik.
Sebelum melakukan perantauan, biasanya anak-anak muda yang ingin yang ingin merantau diberikan sebuah bekal oleh  orangtua masing-masing untuk jadi pegangan dalam perantauan. Selain bekal materi yang diberikan, bekal mental tidak lupa untuk diberikan kepada pemuda-pemuda yang hendak melakukan perantauan kenegeri orang. bekal meteri berupa dana yang cukup dan skil tertentu sedangakan bekal mental adalah salahsatunya berupa petua-petua atau falsafah merantau ini. Namanya adalah falsafah tara, turu, toro,
Tara, Turu, Toro adalah falsafah atau petua yang menjadi pedoman hidup dan harus dipegang dan dimiliki oleh orang-orang Wakatobi yang ingin merantau dinegeri orang. Biasanya falsafah ini diberikan oleh para orantua kepada anakanya yang hendak merantau kenegeri orang degan alasan tertentu pendidikan ataupun ekonomi.
Tara, turu, toro. Berasal dari bahasa lokal Wakatobi yang mempunya makna lebih dalam jika dikaji secara menyeluruh. Ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh pemuda-pemuda Wakatobi yang hendak melakukan perantauan yaitu  falsafah Tara, Turu, Toro.
Tara secara bahasa artinya Kuat atau tangguh, inilah salahsatatu komponen yang harus dimiki oleh orang-orang perantau dari Wakatobi untuk  tangguh, gigih, tidak pantang menyerah menghadapi tantangan hidup dinegeri orang ketika mencari nafkah ataupun menyelesaikan pendidikan yang lebih bagus untuk membangun daerah ketika kembali dari perantauan. Semangat ini akan menajadi salah satu bekal mental yang harus diterapkan diperantauan.
Turu dalam bahasa Indonesia artinya adalah mengalir, baik hati, sopan dan santun. Tidak cukup dengan tangguh serta kuat dalam menghadapai tantangan diperantauan, namun diperlukan juga kebaikan hati, saling menyapa dan menyayangi satusama lain untuk bisa mengwujudkan itu semua.
Toro artinya adalah lurus, dan tidak neko-neko. Selain harus kuat dan berhati baik dan ramah terhadap sesama, yang harus dimiliki ilalah kemampuan spiritual yang tinggi dalam artian tidak lupa menjalankan perintah agama yang menjadi landasan dasar dari kehidupan olehnya itu poin ini berapa pada poin terakhir.
Semangat ini, seharunya tidak boleh dilupakan oleh orang-orang wakatobi yang memempuh pendidikan diluar daerah seperti Kendari, untuk menambah motifasi terhadap cara dia menyelesaikan masalah dan pantang menyerah didalam menempuh pendidikan. Tetapi mengutamakan hati yang luhur, berbagi terhadap sesame dan tidak meninggalkan agama dan terus berada dijalur yang baik.
falsafah ini akan lebih menarik dan menjadi ingatan yang kuat jika diterapkan diterapkan dan disisipkan dalam dunia pendidikan didaerah Wakatobi seperti pendidikan praMerantau yang sebetulnya bias diterapkan satuan pendidikan seperti Sma khususnya semester akhir.


Tertarik atau ingin berkomentar
1.       085756463361
2.      Fb : Raim Karana
3.       @RaimKarana


Monday, September 1, 2014

AYO IKUT,.. Beasiswa Data Print 2014

raimlaode

Halo,.. temen-teman semua, buat kamu2 yang merasa perlu dana tambahan untuk pendidikan ditahun ini,. kenapa nggak coba aja daftar,. Beasiswa DataPrint caranya mudah kok,. kamu hanya perlu kupon vocer belanja Dataprint pada kemasan tinta Dataprint lalu daftar ke http://beasiswadataprint.com  

Persyaratan Umum Pendaftaran:
1.  Pelajar/mahasiswa aktif dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi untuk jenjang D3/S1
2.  Terlibat aktif di kegiatan atau organisasi sekolah/perguruan tinggi
3.  Tidak terlibat narkoba atau pernah melakukan tindak kriminal
4.  Tidak sedang menerima beasiswa dari perusahaan lain. Jika saat ini peserta masih menerima beasiswa dari kampus, peserta berhak mengikuti pendaftaran beasiswa dari DataPrint.
5. Penerima beasiswa di periode 2 tahun 2013 tidak dapat menjadi penerima beasiswa di periode 1 tahun 2014.

Waktu per periode:
Periode 1: 7 Februari  – 30 Juni
Periode 2: 1 Juli – 31 Desember

Perincian pemenang per periode sebagai berikut:
PERIODE JUMLAH PENERIMA DANA BEASISWA
@ Rp 1.000.000 @ Rp 500.000 @ Rp 250.000
Periode I 50 orang 50 orang 250 orang
Periode II 50 orang 50 orang 250 orang

 Info lebih lanjud kunjungi ( http://beasiswadataprint.com )

Copyrights @ 2019, Blogger Template Designed By Raimlaode

Distributed By Gooyaabi Templates