Tidak Harus Berorganisasi



BY. RAIM KARANA

kehidupan dalam berkampus adalah merupakan salah satu bagia dari proses pendidikan yang sangat dinanti-nanti oleh orang-orang yang akan menikmati proses tersebut. Salah satu hal yang paling dinanti dalam masa-masa kuliah selaim menggondrongkan rambut pada seorang pria, ada hal yang sangat dinanti oleh sebagian besar calon mahasiswa atau mahasiwa baru itu,. yaitu Organisasi.
ada iming-iming atau rumor yan berkembang dalam dunia berkampus terutama kita yang berada di UHO ini adalah  rumor yang menyatakan bahwa “mahasiswa  harus masuk di salah satu organisasi”  nah organisasi dalam beberapa mahasisawa memiliki pandangan yang berbeda-beda, ada yang menganggap bahwa berorganisasi adalah kebutuhan dengan iming-iming bahwa ilmu yang kita dapatkan dikuliah hanya kulitnya saja. katakanlah 20 % ilmu saja, dan sisanya didapatkan dari ilmu dalam berorganisasi. Ini hal adalah hal yang akan merusak mental mahasiswa, karna biasanya mainset ini sering didoktrinkan oleh organisator-organisator  itu kepada mahsiswa-mahasiswa yang muda atau masih baru  (maba). Jika memang seperti itu kenapa kita harus membayar SPP sebanyak ini hanya untuk ilmu yang 20 % itu saja. Atau Kenapa kampus hanya berfokus mengenbangkan sarana dan prasarana ruang kuliah saja.
Karena menurut saya, kadang-kadang ada hal atau ilmu yang tidak akan kita dapatkan didalam suatu organisasi  di kampus ini walaupun tidak semuanya seperti itu, contoh kecilnya pada mahasiswa-mahasiswa FKIP, karena tidak mungkin cara mengajar, dan mengontrol dinamika kelas ataupun membuat RPP yang disesuaikan dengan perkembangan dan keadaan zaman serta perkembangan peserta didik akan di ajarkan didalam organisasi.
Tetapi kembali lagi kepada mahsiswa itu sendiri, pentingnya jiwa kritis dalam mahasiswa itu tidak harus ditunjukan dengan DEMONSTRASI yang notabennya dalam pelaksanaannya akan perpotensi untuk menggangu ketertiban masyarakat dan merusak fasilitas umum. Jiwa kritis yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa adalah dalam artian mengkritisi apa yang dia baca, dia dengar dan dia lihat tidak semata-mata harus diterima dalam hal menuntut ilmu, karna sebagaimana yang kita ketahuai adalah sifat dari ilmu itu juga harus terabtudate, jadi ilmu yang didapatkan hari ini bisa jadi akan berbeda dengan ilmu hari esok.
Kembali lagi bahwa berorganisasi itu penting  dan tidak penting, tapi yang penting adalah seoranga mahasiswa harus tahu bagaimana Kriteria  organisasi yang baik dan organisasi yang buruk. Secara sederhana, organisasi yang baik adalah bias kita lihat dari beberapa poin (1) organisasi itu tidak mengganggu hubungan kita dengan TUHAN (2) organisasi itu tidak mengganggu hubungan kita dengan ORANG TAU. (3) organisasi itu tidak mengganggu hubungan kita dengan KULIAH. Jadi kurang lebih oragansasi yang baik adalah organisai yang menunjang ketiga poin tersebut.
Jika ada suatu organisasi misalnya sudah waktunya Sholat tapi masih saja melakukan diskusi ITU ORGANISASI yang buruk. Jika ada suatu organisasi yang mengharuskan kita untuk melaksanakan suatu kegiatan tanpa mengutamakan izin dari orang tua dan izin terhadap mata kuliah, lagi-lagi itu organisasi yang buruk. Dan hal ini memungkinkan untuk terjadi kepada beberapa organisasi  karena yang mengolah dan melaksanakan organisasi tersebut adalah mahasiswa juga sama seperti kita yang belum tentu akhlak dan akademiknya lebih bagus dari kita.
Saya tidak bilang bahwa jangan pernah masuk dalam organisasi. Tapi yang lebih saya utamakan adalah pentingya jiwa seleksi terhadap organisasi yang baik dan yang  buruk harus dimiliki oleh mahasiswa. Karena secara teori, organisasi didalam kampus bertujuan sebagai batu loncatan untuk menunjang pendidikan kita serta mengambangkan potensi mahasiswa.
Jadi, berkaryalah anak-anak UHO, seleksilah dalam segala hal, kritis bukan berarti mendemo dengan suara yang lantang dan menggangu ketertiban. Demo tidak harus menunjukan kebesaran suaramu. Demo bisa dengan cara menulis, menyanyi, drama dan lain sebaganya.
Atau kenapa kita harus mempercapek dan sibuk untuk menuntut sesuatu perubahan dari pihak birokrat, kenapa perubahan itu tidak dilakukan dari diri kira sendiri, mulai dari cara belajar, cara kita disiplin dan lain sebagainya,.. karena ingat masa depan bangsa ini 20 tahun kedepan ada pada kita, jadi mari kita lakukan yang terbaik untuk kebahagiaan bangsa dan pendidikan dimasa depan karena aku sudah terlalu menderita dengan saat ini. 

Date :  5   April   2014
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chord guitar Lagu Suasana Rumah Raim Laode

Setelah CEMBURU, Raim Laode Cerita Lagu Kedua SUASANA RUMAH Rilis 21 Maret 2019

Lirik LAGU SUASANA RUMAH BY RAIM LAODE