Monday, April 14, 2014

SEBUAH ASA UNTUK PERPUSTAKAAN FKIP UHO

raimlaode



( bukan pertanyaan, namun perlu jawaban )
OLEH. la ode raimudi
Assalmu alikum w.b.r
            Saya adalah salah satu mahsiswa fkip UHO yang berasal dari pulau kecil yang mereka sebut wangi-wangi yang merupakan pecahan dari empat pulau celi lainya yang ada di kab WAKATOBI. Adapun yang mendasari saya untuk menulis ini adalah pertama karna saya akan menjadi orang besar. Dan yang kedua adalah karna saya peduli. 
            Ada setangkai cerita tentang perpustakaan kita. Sekedar mengingatkan, ada tiga kriteria minimal tentang fungsi perpustakaan (1). Fungsi penelitian (2). Fungsi referensi dan (3) fungsi rerkeatif. Yang terjadi di perpustakaan kita adalah sedikit kurang atau lupa dengan tiga fungsi dasar tersebut. Karena yang terjadi adalah perpustakaan fkip UHO merupakan gudang skripsi dan buku mata pelajaran (bukan mata kuliah).
            Jadi jika  saya dan teman-teman masuk ke perpus dan mencari buku dikolom rak buku sejarah, saya tidak akan mendapatkan buku dengan  judul dasar-dasar ilmu sejarah, pengatar ilmu sejarah, metodologi sejarah, evaluasi pembelajaran sejarah dan lain sebagainya yang berkenaan dengan mata kuliah saya. Namun yang saya akan dapatkan dirak tersebut adalah buku dengan judul sejarah kelas 1,2,3 sma, buku sejarah ips terpadu yang sangat-sangat mendominasi rak buku sejarah tersebut.
 Sehingga yang terjadi, jika kami diberi tugas oleh Dosen. Maka kami larinya bukan ke perpustakaan ntuk mencari referensi tapi kami mencarinya diInternet yang belum tentu referensinya jelas dan siapa saja bisa menulis itu kapanpun dia mau. Semetara jika itu kami lakukan, Dosen mengkomplein kepada mahasiswa,  kenapa referensinya hanya diambil dari internet saja berupa www. Hal ini disebabkan Karena buku-buku yang ada pada perpustakan kita didomonasi oleh ratusan skripsi dan buku-buku mata pelajaran sd, smp dan sma yang kadang tidak relefan dengan perkembangan zaman serta kurikulum. Semetara untuk buku-buku yang bersifat pendidikan ( belajar dan pembelajaran, perkembangan peserta didk, evaluasi, media dan model pembelajaran, filsafat pendidikan) juga sangat-sangat kurang kita dapatkan. Padahal pada dasarnya mahasiswa di fkip sangat memiliki potensi untuk kecerdasan tersebut.
Namun apakah salah fakultas mempermudah kami dalam hal ini. Toh buku-buku sd, smp, dan sma yang mendominasi itu ada karena diadakan. Perpustakaan menjadi sepi dan diramaikan oleh mahsiswa semester akhir yang mencari referensi pada tumpukan ratusan skripsi hasil dari kakak tingkat mereka.
Sampai saat ini saya bingung siapa yang akan saya salahkan. Apakah spp saya yang terlalu tinggi tidak sebanding dengan fasilitas yang saya dapat. Ataukah ini sistem yang salah atau di lupakan, atau orangtua saya yang mencari nafkah siang dan malam hanya untuk hal yang nihil didapatkan anaknya yang harus saya salahkan. Kareana luarbiasa nasib bangsa ini 10-20 tahun kedepan ada pada generasi kami. Maka sambutlah generasi kami dengan hal-hal yang bias menunjang kebaikan bangsa ini dimasa yang akan datang salah satunya adalah perpustakaan.
Namun entah kepada siapa aku mengadu, jika ada jawaban, maka aku akan mengadu “perbanyak buku-buku yang relefan dengan fikip dimana disana ada calon-calon guru yang akan berpredikat pahlawan dimasa depan, buku mata pelajaran memang kadang aku perlukan, namun tdak harus mendominasi. Jangan heran buku-buku banyak yang hilang entah kemana mungkin pelayanannya yang kurang ketat dan tegas”
fb 

Saturday, April 5, 2014

Tidak Harus Berorganisasi

raimlaode


BY. RAIM KARANA

kehidupan dalam berkampus adalah merupakan salah satu bagia dari proses pendidikan yang sangat dinanti-nanti oleh orang-orang yang akan menikmati proses tersebut. Salah satu hal yang paling dinanti dalam masa-masa kuliah selaim menggondrongkan rambut pada seorang pria, ada hal yang sangat dinanti oleh sebagian besar calon mahasiswa atau mahasiwa baru itu,. yaitu Organisasi.
ada iming-iming atau rumor yan berkembang dalam dunia berkampus terutama kita yang berada di UHO ini adalah  rumor yang menyatakan bahwa “mahasiswa  harus masuk di salah satu organisasi”  nah organisasi dalam beberapa mahasisawa memiliki pandangan yang berbeda-beda, ada yang menganggap bahwa berorganisasi adalah kebutuhan dengan iming-iming bahwa ilmu yang kita dapatkan dikuliah hanya kulitnya saja. katakanlah 20 % ilmu saja, dan sisanya didapatkan dari ilmu dalam berorganisasi. Ini hal adalah hal yang akan merusak mental mahasiswa, karna biasanya mainset ini sering didoktrinkan oleh organisator-organisator  itu kepada mahsiswa-mahasiswa yang muda atau masih baru  (maba). Jika memang seperti itu kenapa kita harus membayar SPP sebanyak ini hanya untuk ilmu yang 20 % itu saja. Atau Kenapa kampus hanya berfokus mengenbangkan sarana dan prasarana ruang kuliah saja.
Karena menurut saya, kadang-kadang ada hal atau ilmu yang tidak akan kita dapatkan didalam suatu organisasi  di kampus ini walaupun tidak semuanya seperti itu, contoh kecilnya pada mahasiswa-mahasiswa FKIP, karena tidak mungkin cara mengajar, dan mengontrol dinamika kelas ataupun membuat RPP yang disesuaikan dengan perkembangan dan keadaan zaman serta perkembangan peserta didik akan di ajarkan didalam organisasi.
Tetapi kembali lagi kepada mahsiswa itu sendiri, pentingnya jiwa kritis dalam mahasiswa itu tidak harus ditunjukan dengan DEMONSTRASI yang notabennya dalam pelaksanaannya akan perpotensi untuk menggangu ketertiban masyarakat dan merusak fasilitas umum. Jiwa kritis yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa adalah dalam artian mengkritisi apa yang dia baca, dia dengar dan dia lihat tidak semata-mata harus diterima dalam hal menuntut ilmu, karna sebagaimana yang kita ketahuai adalah sifat dari ilmu itu juga harus terabtudate, jadi ilmu yang didapatkan hari ini bisa jadi akan berbeda dengan ilmu hari esok.
Kembali lagi bahwa berorganisasi itu penting  dan tidak penting, tapi yang penting adalah seoranga mahasiswa harus tahu bagaimana Kriteria  organisasi yang baik dan organisasi yang buruk. Secara sederhana, organisasi yang baik adalah bias kita lihat dari beberapa poin (1) organisasi itu tidak mengganggu hubungan kita dengan TUHAN (2) organisasi itu tidak mengganggu hubungan kita dengan ORANG TAU. (3) organisasi itu tidak mengganggu hubungan kita dengan KULIAH. Jadi kurang lebih oragansasi yang baik adalah organisai yang menunjang ketiga poin tersebut.
Jika ada suatu organisasi misalnya sudah waktunya Sholat tapi masih saja melakukan diskusi ITU ORGANISASI yang buruk. Jika ada suatu organisasi yang mengharuskan kita untuk melaksanakan suatu kegiatan tanpa mengutamakan izin dari orang tua dan izin terhadap mata kuliah, lagi-lagi itu organisasi yang buruk. Dan hal ini memungkinkan untuk terjadi kepada beberapa organisasi  karena yang mengolah dan melaksanakan organisasi tersebut adalah mahasiswa juga sama seperti kita yang belum tentu akhlak dan akademiknya lebih bagus dari kita.
Saya tidak bilang bahwa jangan pernah masuk dalam organisasi. Tapi yang lebih saya utamakan adalah pentingya jiwa seleksi terhadap organisasi yang baik dan yang  buruk harus dimiliki oleh mahasiswa. Karena secara teori, organisasi didalam kampus bertujuan sebagai batu loncatan untuk menunjang pendidikan kita serta mengambangkan potensi mahasiswa.
Jadi, berkaryalah anak-anak UHO, seleksilah dalam segala hal, kritis bukan berarti mendemo dengan suara yang lantang dan menggangu ketertiban. Demo tidak harus menunjukan kebesaran suaramu. Demo bisa dengan cara menulis, menyanyi, drama dan lain sebaganya.
Atau kenapa kita harus mempercapek dan sibuk untuk menuntut sesuatu perubahan dari pihak birokrat, kenapa perubahan itu tidak dilakukan dari diri kira sendiri, mulai dari cara belajar, cara kita disiplin dan lain sebagainya,.. karena ingat masa depan bangsa ini 20 tahun kedepan ada pada kita, jadi mari kita lakukan yang terbaik untuk kebahagiaan bangsa dan pendidikan dimasa depan karena aku sudah terlalu menderita dengan saat ini. 

Date :  5   April   2014
 

Copyrights @ 2019, Blogger Template Designed By Raimlaode

Distributed By Gooyaabi Templates